Berjemur yang Baik untuk Kesehatan

Seperti yang kita ketahui, sinar matahari akan mengaktifkan vitamin D. Vitamin D sendiri bermanfaat untuk kesehatan tulang dan imunitas tubuh untuk melawan virus. Virus flu atau korona misalnya. Menurut sebuah studi, terapi berjemur di pagi hari selama empat minggu terbukti berhasil untuk menghilangkan gejala psoriasis secara signifikan pada 84% partisipan. Untuk memperoleh sinar matahari, kita dapat beraktifitas di luar ruangan, atau berjemur. Namun berjemur juga tidak boleh asal. Berjemur yang baik untuk kesehatan ada aturannya.

Cat Sun Sunbath Sun Bath Feline  - eduardovieiraphoto / Pixabay
eduardovieiraphoto / Pixabay

Pagi hari dianggap sebagai saat yang paling tepat untuk berjemur di bawah sinar matahari. Di saat inilah, banyak orang meyakini mampu beroleh asupan vitamin D gratis secara alami. Meski demikian, tak sedikit ahli kesegaran yang merekomendasikan supaya berjemur di bawah sinar matahari pada siang hari. Lantas, yang menjadi pertanyaan, berjemur yang baik untuk kesegaran jam berapa sebenarnya?

Pendapat tentang saat berjemur yang baik jam berapa memang masih banyak variasi di kalangan para ahli kesehatan. Ada yang berpendapat bahwa saat berjemur di bawah sinar matahari yang baik adalah saat pagi hari. Namun, ada pendapat lain yang menyampaikan bahwa saat berjemur yang baik adalah saat siang hari.

Biasanya, banyak orang merasa muncul rumah dan berjemur pada jam tujuh pagi atau sebelum saat dan setelahnya, bersama dengan pertimbangan sinar yang ada belum terlalu terik supaya tidak menyengat di kulit. Namun, ternyata itu adalah saat yang kurang tepat untuk berjemur. Pemahaman yang salah ini justru disebut tidak bakal banyak mendatangkan manfaat yang orang cari, sebaliknya risiko problem kesehatan yang didapat.

Sebenarnya, ada dua tipe sinar matahari yang diperlukan dan tidak diperlukan oleh manusia, yakni sinar ultraviolet A dan ultraviolet B. cahaya ultraviolet A tidak diperlukan oleh manusia, bahkan seharusnya dihindari gara-gara terpapar sinar matahari ini secara berlebihan mampu meningkatkan risiko kulit keriput dan kanker kulit. Ultraviolet A umumnya adalah sinar matahari yang muncul pada pukul 05.30 pagi hingga 07.00 pagi, atau tepatnya saat matahari merasa beranjak naik dan gelombang sinar matahari sedang panjang.

Sedangkan, sinar matahari ultraviolet B merupakan gelombang sinar yang pendek. Jadi, inilah tipe sinar matahari yang diperlukan oleh tubuh. Ultraviolet B mampu Anda dapatkan saat sinar matahari naik, yakni kurang lebih pukul 10.00 pagi hingga 15.00 siang. Ahli gizi komunitas dr. Tan Shot Yen mengungkap perihal selanjutnya lewat sebuah video di akun YouTube-nya. Menurutnya, saat yang tepat untuk menjemur badan di bawah sinar matahari adalah kurang lebih pukul 10.00, bukan lebih pagi dari itu.

“Yang kita butuhkan memang adalah ultraviolet B. Ultraviolet B ini gelombangnya lebih pendek. Itu sebabnya, kami wajib tunggu sedikit mataharinya naik. Jadi, kalau di khatulistiwa, jam 10 telah ada. Itu adalah alasan jemurnya jam 10.00,” kata Tan. Paparan sinar matahari yang didapatkan antara pukul 10.00-15.00 mampu memicu mengolah vitamin D, yang mampu bertahan dua kali lebih lama dalam darah, jika dibandingkan bersama dengan vitamin D yang dikonsumsi dalam wujud suplemen atau makanan.

Tapi, Tan menegaskan, berjemur matahari bukanlah untuk mematikan virus atau bakteri yang ada di dalam tubuh atau di permukaan kulit, melainkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh supaya tidak gampang terserang virus.

Meski demikian, pada rentang jam tersebut, risiko kulit terbakar matahari pun mampu meningkat gara-gara paparan sinar matahari mulai menyengat. Gara-gara itu, kita wajib menghambat saat berjemur di bawah sinar matahari sepanjang 10-20 menit saja. Cahaya matahari yang terbaik adalah yang menyinari tubuh secara langsung, bukan hanya sekadar memicu tubuh mengeluarkan keringat. Jadi, upayakan kulit mendapat sinar matahari secara langsung, ya.

Kemudian ketentuan lain adalah gunakan lotion sun screen. Gunakan lotion kulit pelindung sinar matahari yang punya kandungan sedikitnya SPF 30 atau di atasnya pada permukaan kulit wajah (hindari daerah mata) dan tubuh (terutama tangan dan kaki). Oleskan lotion SPF antara 15 menit sebelum mulai berjemur di bawah sinar matahari.

Saat berjemur di bawah sinar matahari, Anda tidak wajib berdiam diri. Lakukanlah kesibukan lain, seperti jalan santai, duduk atau membaca buku di daerah terbuka, menyiram bunga, berkebun, membersihkan kendaraan, menyapu halaman rumah, dan lain sebagainya. Cukupi asupan air putih jika Anda menggunakan saat yang lama di bawah sinar matahari. Beristirahatlah atau menyudahi berjemur ketika kulit terasa panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *