Diabetes dan Kurang Tidur Memperlama Penyembuhan Luka

Penelitian menemukan bahwa tikus yang kelebihan berat badan dengan diabetes tipe 2 dan tidur terganggu, membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyembuhkan luka di kulit. Tikus ini dibandingkan dengan tikus yang juga terganggu tidurnya tetapi tidak memiliki diabetes tipe 2. Hasil yang muncul secara online dalam jurnal SLEEP pada 11 Agustus 2018, menegaskan bahwa tidur memainkan peran yang sangat penting dalam penyembuhan luka di antara tikus obesitas dengan diabetes tipe 2.

Orang dengan diabetes Tipe 2 yang tidak tidur nyenyak membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyembuhkan luka mereka, demikian menurut sebuah penelitian baru. Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah.

Untuk percobaan, para ilmuwan menggunakan tikus gemuk dengan fitur diabetes tipe 2 dan membandingkannya dengan tikus sehat dengan berat badan normal. Sambil dibius, kedua kelompok tikus diberi luka bedah kecil di kulit punggung mereka. Para ilmuwan menganalisis berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan luka tersebut dengan dua skenario. Pertama dengan jadwal tidur normal dan kedua dengan tidur yang berulang kali terganggu.

Diabetes dan Kurang Tidur Memperlama Kesembuhan Luka

Hasilnya: tikus diabetes dengan tidur terganggu (dibangunkan setiap beberapa waktu) membutuhkan sekitar 13 hari untuk mencapai 50 persen kesembuhan luka. Sebaliknya, bahkan dengan gangguan tidur, luka tikus sehat berat badan normal mencapai tingkat kesembuhan yang sama dalam waktu sekitar lima hari.

Pada orang dengan diabetes tipe 2, kadar glukosa tinggi menyebabkan sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, terutama setelah operasi. Gangguan tidur juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penyembuhan.

Mengobati luka pada pasien diabetes tidak hanya menantang pada tingkat klinis, itu juga bisa mahal. Hanya di Amerika Serikat, biaya perawatan luka yang tidak disembuhkan diperkirakan mencapai $ 50 miliar per tahun.

“Ini adalah masalah kesehatan masyarakat, dan kami ingin berkontribusi pada solusi,” kata Lydic.

Gangguan tidur dan diabetes tipe 2 terhubung secara erat. Telah banyak didokumentasikan bahwa kurang tidur dapat membuat perubahan metabolik seperti yang terlihat pada pasien dengan resistensi insulin.

Sumber:
1. https://www.sciencedaily.com/releases/2018/08/180820150139.htm
2. Gambar: https://pixabay.com
3. Universitas Tennessee di Knoxville, Amerika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *