Fosfor: Gejala Kekurangan

Fosfor bersama dengan kalsium membantu membangun gigi dan tulang yang kuat. Dia membantu mengurangi nyeri otot pasca latihan. Zat ini memainkan bagian penting dalam bagaimana energi digunakan dan disimpan. Juga mendukung penyaringan pengeluaran kotoran di ginjal. Fosfor diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan dan sel, serta untuk memproduksi RNA dan DNA, yang menyusun genetik. Mineral inimembantu mengatur tingkat nutrisi penting lainnya seperti yodium, seng, magnesium, dan vitamin D.

Gejala kekurangan fosfor termasuk tulang yang rapuh dan terasa menyakitkan, kehilangan nafsu makan, sendi yang kaku, pernapasan tidak teratur, kelelahan dan iritabilitas. Kekurangan zat ini pada anak-anak dapat meningkatkan risiko pertumbuhan dan perkembangan tulang.

Sebaliknya, mengkonsumsi terlalu banyak mineral ini menyebabkan tubuh mengirim kalsium dari tulang ke darah untuk mengembalikan keseimbangan. Pengalihan kalsium ini melemahkan tulang dan dapat menyebabkan pengapuran organ dalam, meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya. Soda dan minuman lain yang mengandung asam fosfat dapat menyebabkan asupan fosfor berlebih.

Di mana mendapatkannya: Sumber makanan yang baik dari fosfor adalah daging, ikan tuna, salmon, tongkol, unggas, produk susu, telur, biji-bijian, bawang putih, kacang polong dan kacang-kacangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fosfor lebih mudah diserap dari produk daging/ikan, sedangkan dari produk nabati, Anda hanya dapat menyerap setengahnya.

Sumber :

1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16245676
2. https://www.ahealthblog.com/vitamin-deficiency-symptoms-chart.html
3. gambar: https://pxhere.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *