Gejala Kekurangan Vitamin D

Vitamin D (Cholecalciferol) bekerja dengan kalsium untuk membantu membangun tulang yang kuat serta menjaga kesehatan tulang. Vitamin ini juga membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Tingkat vitamin yang rendah terkait dengan kondisi seperti depresi, tekanan darah tinggi, kanker usus besar, payudara, dan prostat, serta obesitas.

Studi laboratorium menunjukkan bahwa nutrisi ini dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker dan memainkan peran penting dalam mengendalikan infeksi. Banyak organ dan jaringan tubuh memiliki reseptor untuk vitamin ini, dan para ilmuwan masih mencari fungsi lain yang mungkin.

Gejala Kekurangan: Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D cukup umum, terutama di musim dingin di daerah-daerah di mana ada sedikit sinar matahari. Satu penelitian menunjukkan bahwa 75% orang dewasa AS memiliki tingkat vitamin yang rendah. Berhubung kita tinggal di Indonesia dengan sinar matahari yang berlimpah, maka kekurangan vitamin ini menjadi jarang. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan rakhitis pada anak-anak, suatu kondisi yang dapat menyebabkan tulang lunak dan lemah.

Di mana mendapatkannya: Vitamin D disimpan di dalam tubuh, yang dibuat ketika kulit terkena sinar matahari. Juga dapat ditemukan pada makanan tertentu, kebanyakan yang diperkaya vitamin D, seperti susu. Sangat sedikit makanan di alam mengandung vitamin ini. Daging ikan berlemak (seperti salmon, tuna, dan mackerel) dan minyak hati ikan adalah salah satu sumber terbaik. Sejumlah kecil vitamin ditemukan dalam hati sapi, keju, dan kuning telur.

Sumber :
1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16245676
2. http://www.ucv.ve/fileadmin/user_upload/facultad_agronomia/Producion_Animal/Vitamins_in_Animal_and_Human_Nutrition.pdf
3. https://www.ahealthblog.com/vitamin-deficiency-symptoms-chart.html
4. Gambar: https://www.pixabay.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *