Gejala Kekurangan Vitamin K

Vitamin K (Phylloquinone) penting untuk pembekuan darah. Elemen ini juga berperan dalam kesehatan tulang. Kita tidak perlu suplemen vitamin ini, karena sudah alami ada di makanan kita. Orang-orang yang mungkin mendapat manfaat dari suplemen vitamin adalah bayi (yang biasanya mendapatkan suntikan vitamin K saat lahir) dan mereka dengan penyakit pencernaan.

Gejala Kekurangan: Meskipun kekurangan vitamin K jarang terjadi, hal ini bisa menyebabkan pendarahan yang berlebihan, karena pembekuan darah yang lama. Kekurangannya hanya dianggap relevan secara klinis ketika protrombin meningkat secara signifikan karena penurunan aktivitas prothrombin darah. Jadi, pendarahan adalah tanda klasik defisiensi vitamin ini, meskipun efek ini hanya terjadi pada kasus yang berat. Karena vitamin ini diperlukan untuk karboksilasi osteocalcin dalam tulang, defisiensinya juga dapat mengurangi mineralisasi tulang dan berkontribusi terhadap osteoporosis.

Kekurangan vitamin K dapat terjadi selama beberapa minggu pertama masa bayi karena transfer plasenta rendah dari phylloquinone, tingkat faktor pembekuan rendah, dan kandungan vitamin K yang rendah dari ASI. Defisiensi elemen ini yang signifikan secara klinis pada orang dewasa sangat jarang. Dan biasanya terbatas pada orang-orang dengan gangguan malabsorpsi atau mereka yang mengonsumsi obat-obatan yang mengganggu metabolisme vitamin ini. Pada orang sehat yang mengkonsumsi diet bervariasi, hampir tidak mungkin memiliki asupan elemen ini yang rendah yang mengubah ukuran standar pembekuan darah secara klinis.

Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan seorang wanita mengalami perdarahan menstruasi berlebih. Karenanya asupannya dalam jumlah yang cukup menjadi penting dan akan mengurangi “banjir” darah.

Di mana mendapatkannya: Vitamin yang larut dalam lemak ini, secara alami ada dalam beberapa makanan dan tersedia sebagai suplemen makanan. Sumber makanan yang baik dari nutrisi ini termasuk teh hijau, hati sapi, lobak hijau, brokoli, kubis, bayam, selada hijau gelap, dan asparagus.

Sumber :
1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16245676
2. http://www.ucv.ve/fileadmin/user_upload/facultad_agronomia/Producion_Animal/Vitamins_in_Animal_and_Human_Nutrition.pdf
3. https://www.ahealthblog.com/vitamin-deficiency-symptoms-chart.html
4. Gambar: https://pixabay.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *