Kromium Sebagai Pembantu Insulin

Kromium adalah mineral yang dibutuhkan manusia dalam jumlah kecil, meskipun mekanisme kerjanya dalam tubuh belum diketahui. Demikian juga jumlah yang dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal tidak didefinisikan dengan baik. Zat ini ditemukan terutama dalam dua bentuk: 1) trivalen (kromium 3+), yang aktif secara biologis dan ditemukan dalam makanan, dan 2) hexavalent (kromium 6+), bentuk beracun yang dihasilkan dari polusi industri. Artikel ini memfokuskan secara eksklusif pada kromium trivalen (3+).

Kromium dikenal untuk meningkatkan kerja insulin, hormon yang penting untuk metabolisme dan penyimpanan karbohidrat, lemak, dan protein dalam tubuh. Pada tahun 1957, senyawa dalam ragi bir ditemukan untuk mencegah penurunan kemampuan tikus dalam menjaga kadar gula (glukosa) dalam darahnya. Elemen ini diidentifikasi sebagai bahan aktif dalam apa yang disebut “faktor toleransi glukosa” pada tahun 1959.

Zat ini juga tampaknya terlibat langsung dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, tetapi perlu lebih banyak penelitian untuk menentukan berbagai perannya dalam tubuh.

Gejala Kekurangan: Meskipun kekurangan zat ini jarang terjadi, sebagian besar diet adalah rendah kromium. Kadar yang rendah dapat menyebabkan peningkatan gula darah, kadar kolesterol, dan trigliserida. Risiko beberapa kondisi seperti penyakit jantung dan diabetes juga bisa meningkat.

Di mana mendapatkannya: Sumber makanan yang baik adalah daging tanpa lemak, keju, produk gandum utuh, brokoli, anggur dan rempah-rempah.

Hati-hati apabila mengkonsumsi suplemen. Ada beberapa laporan tentang detak jantung tidak teratur, gangguan tidur, sakit kepala, perubahan suasana hati, dan reaksi alergi. Zat ini juga dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal atau hati. Jika Anda memiliki penyakit ginjal atau hati, jangan megkonsumsi suplemennya tanpa konsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Sumber :
1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16245676
2. http://www.ucv.ve/fileadmin/user_upload/facultad_agronomia/Producion_Animal/Vitamins_in_Animal_and_Human_Nutrition.pdf
3. https://www.ahealthblog.com/vitamin-deficiency-symptoms-chart.html
4. Gambar: https://commons.wikimedia.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *