Mengapa Minyak Ikan Asli Lebih Baik Daripada Suplemen

Minyak ikan (asam lemak) Omega-3 asli dari ikan lebih baik dibanding pil minyak ikan dalam mempertahankan tekanan darah pada model tikus. Para peneliti menunjukkan bagaimana minyak ikan membantu menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) pada saluran ion. Dalam sel otot polos vaskular, seperti yang melapisi pembuluh darah, saluran ion yang menjangkau membran luar sel, sangat penting untuk mempertahankan tekanan pembuluh yang tepat. Saluran ion ini melewatkan ion seperti natrium, kalsium, dan kalium masuk dan keluar sel.

Para peneliti menunjukkan bagaimana minyak ikan asli membantu menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi pada saluran ion. Sebagai perbandingan, tim menemukan bahwa suplemen makanan, DHA ethyl ester, yang ditemukan di sebagian besar pil minyak ikan gagal mengaktifkan saluran yang sama.

Asam lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan mungkin memiliki beragam efek peningkatan kesehatan, yang berpotensi melindungi sistem kekebalan, saraf, dan kardiovaskular.

Tapi bagaimana efek kesehatan dari satu asam lemak seperti itu – Docosahexaenoic Acid (DHA) – bekerja masih belum jelas, sebagian karena jalur sinyal molekulernya baru sekarang dipahami.

Toshinori Hoshi, PhD, profesor Fisiologi, di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, dan rekannya menunjukkan, dalam dua makalah tahun 2013 dalam Prosiding National Academy of Sciences, bagaimana minyak ikan membantu menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi di saluran ion.

Asam Lemak DHA sebagai Minyak Ikan Sehat

Para peneliti menemukan bahwa DHA mengaktifkan saluran ion dengan meningkatkan arus hingga 20 kali lipat dengan cepat dan reversibel. DHA menurunkan tekanan darah pada tikus tipe liar yang dianestesi. Tetapi tidak pada tikus yang direkayasa secara genetis tanpa sub unit saluran ion tertentu.

Sebagai perbandingan, tim menemukan bahwa suplemen makanan, DHA ethyl ester, yang ditemukan di sebagian besar pil minyak ikan gagal mengaktifkan saluran yang sama. Bahkan DHA buatan tersebut melawan efek positif DHA dari sumber alami. DHA ethyl ester tampaknya bersaing dengan bentuk alami DHA untuk mengikat lokasi pada saluran ion.

Tim menyimpulkan bahwa saluran ini memiliki reseptor untuk asam lemak omega-3 rantai panjang. Dan DHA – tidak seperti sepupu etil esternya – mengaktifkan saluran ion dan menurunkan tekanan darah.

Temuan ini memiliki implikasi praktis untuk penggunaan asam lemak omega-3 sebagai nutraceutical untuk masyarakat umum. Bisa juga untuk pasien sakit kritis yang mungkin mengkonsumsi formula yang diperkaya omega-3 sebagai bagian dari nutrisi mereka.

Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya memperoleh asam lemak omega-3 dari sumber makanan alami seperti ikan berlemak.

Studi ini didukung, sebagian, oleh National Institutes of Health (R01GM057654), Yayasan Penelitian Jerman, dan Yayasan Ilmu Pengetahuan Alam China.

Sumber:
1. https://www.sciencedaily.com/releases/2013/03/130305154531.htm
2. University of Pennsylvania School of Medicine, 5 Maret 2013
3. gambar: wikipedia.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *