Zat Besi yang Rendah Dapat Menyebabkan Anemia

Zat Besi ditemukan dalam hemoglobin, protein sel darah merah yang penting untuk pengangkutan oksigen dalam darah ke jaringan tubuh. Zat ini juga berperan dalam produksi ATP, sumber energi sel atau tubuh secara keseluruhan.

Manfaat kesehatannya berhubungan dengan pertumbuhan yang sesuai dari tubuh manusia dan pemeliharaan kesehatan yang maksimal. Ini adalah komponen penting untuk metabolisme, dan tubuh manusia membutuhkannya untuk menghasilkan sel darah merah. Tubuh manusia mampu mempertahankan hingga 25% dari mineral ini untuk digunakan di masa depan, terutama dalam kasus asupan diet yang tidak memadai. Gunanya adalah menjadi cadangan untuk mengurangi dampak anemia, jika asupan tiba-tiba menurun.

Di dalam tubuh kita, sekitar 70% zat besi ditemukan dalam hemoglobin dan mioglobin. Hemoglobin adalah pengangkut utama oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, sementara mioglobin berada dalam sel otot, dan berhubungan dengan menerima, penyimpanan, transportasi, dan pelepasan oksigen.

Sekitar 25% dari zat ini tubuh disimpan dalam feritin, yang ada dalam sel. Feritin dapat menyimpannya hingga tiga tahun untuk pria, tetapi hanya sekitar satu tahun bagi wanita, itulah sebabnya mengapa anemia lebih sering terjadi pada wanita. Peran dan pentingnya mineral ini tidak dapat diremehkan.

Gejala Kekurangan

Seperti yang dilaporkan oleh WHO, kekurangan zat besi adalah defisiensi nutrisi utama secara global. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan anemia. Kelelahan dan badan terasa lemah adalah gejala anemia yang umum karena sel tidak mendapat cukup oksigen. Anak-anak yang mengalami anemia karena defisiensi zat ini berisiko mengalami masalah perkembangan saraf. Wanita juga membutuhkannya lebih banyak.

Di mana Mendapatkannya

Heme-iron (zat besi yang mudah diserap) dan non-heme-iron (yang sulit diserap) adalah 2 jenis zat besi yang ditemukan dalam makanan. Beberapa sumber makanan zat besi heme adalah hati, daging merah, kerang, ikan dan unggas. Sumber makanan yang baik dari zat besi non-heme adalah kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berdaun hijau.

Sumber :

1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16245676
2. http://www.ucv.ve/fileadmin/user_upload/facultad_agronomia/Producion_Animal/Vitamins_in_Animal_and_Human_Nutrition.pdf
3. https://www.ahealthblog.com/vitamin-deficiency-symptoms-chart.html
4. Gambar: common.wikipedia.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *